Minggu, 11 Mei 2014

I. PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Ikhtiologi berasal dari gabungan dua kata Yunani yaitu “Ichthyes” yang artinya ikan dan “Logos” artinya ilmu. Dengan demikian Ikhtiology adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari ikan dengan segala aspek kehidupannya. Ikan didefenisikan sebagai binatang vertebrata yang berdarah dingin (poikiotherm), hidup dalam lingkungan air, pergerakan dan kesetimbangan badannya terutama menggunakan sirip dan pada umumnya bernafas dengan insang.
Ichtyologi adalah suatu ilmu yang khusus mempelajari tentang ikan dan segala aspek kehidupan ikan yang meliputi taksonomi, biologi (morfologi, anatomi, fisiologi, genetika, reproduksi, dll) dan ekologi (struktur komunitas, populasi, habitat, predator, dan persaingan serta penyakitnya). Ikan merupakan binatang vertebrata yang berdarah dingin (poikiloterm), hidup di dalam lingkungan air, pergerakan dan keseimbangan tubuhnya terutama menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang. Setiap jenis ikan memiliki ciri-ciri taksonomi biologis dan ekologis yang spesifik meskipun ada beberapa kemiripan ikan yang merupakan objek dalam mata kuliah ichtyologi, dalam mempelajarinya diperlukan pendekatan baik secara kasat mata (ekternal anatomy), bagian dalam tubuh (internal anatomy) dan organ tambahan yang dimiliki oleh beberapa jenis ikan.
Struktur internal dan eksternal ikan memberi gambaran bentuk tubuh dan bagian tubuh ikan yang akan menunjukkan pola makan, membedakan jenis kelamin, dan diagnosis penyakit. Pola makan yang dimiliki oleh suatu jenis ikan akan memberi acuan dalam hal fasilitas dan tipe budidaya yang akan digunakan dalam kultur jenis ikan tersebut. Selain itu, bentuk tubuh dan bagian tubuh ikan juga memberikan acuan dalam pengelompokkan tipe ikan yang berguna dalam klasifikasi. Ichtyologi merupakan ilmu pengetahuan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia perikanan. Ichtyologi mampu memberikan gambaran ikan secara lengkap kepada dunia perikanan baik secara external maupun internal, tidak hanya sekedar anatomi ikan saja. Oleh karena itu banyak kepentingan dunia perikanan yang dipelajari dan dipecahkan dengan bersumber dari ichtyologi.
Dengan demikian ichtyology juga merupakan bagian pengajian tentang biologi ikan yang dimana berbicara tentang aspek yang sangat luas, yang tidak hanya mencakupi dari aspek biologis, tetapi juga pada aspek ekologis dan fisiologis akibat adanya interaksi pada suatu makhluk organisme lain ataupun lingkungannya
Penerepan ikhtiologi sering dihubungkan dengan biologi kelautan, limnologi, dan oseanografi. Air adalah suatu zat pelarut yang bersifat yang sangat berdaya guna,yang mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah besar dari pada zat cair lainnya. Sifat-sifat ini dapat dilihat dari banyak unsur-unsur pokok yang terdapat dalam air laut maupun air tawar  
Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari Morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan.  Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. Morfologi adalah berarti mencakup tentang bentuk tubuh dan organ tubuh bagian luar pada suatu organisme.
            Bentuk tubuh ikan, bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Mengkatergorikan ikan kedalam enam kelompok yaitu roverpredator (predator aktif), lie-in-wait predator (predator tak aktif), surface-oriented fish (ikan pelagik), bottom fish (ikan demersal), ikan bertubuh besar, dan ikan semacam belut.
              Kepala ikan adalah bagian tubuh terdepan. Pada kepala terletak beberapa organ penting seperti otak, mulut beserta alat pencernaan (gigi, lidah), alat pernapasan (insang dan labirin) beserta salurannya, mata dan kelenjar hipopisa.         

              Bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.
Adapun jenis sisik pada ikan ada bermacam-macam antara lain :
1)       
Sisik kosmoid (cosmoid)
Sisik kosmoid yang sesungguhnya hanya dijumpai pada ikan-ikan bangsa Crossopterygi yang telah punah. Sisik ini berlapis-lapis, di mana lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih. Di atasnya berada selapis tulang yang berpembuluh darah, dan di atasnya lagi, selapis bahan serupa email gigi yang disebut kosmin (cosmine). Kemudian di bagian terluar terdapat lapisan keratin.
2)        Sisik ganoid
Sisik-sisik ganoid ditemukan pada ikan-ikan suku Lepisosteidae dan Polypteridae. Sisik-sisik ini serupa dengan sisik kosmoid, dengan sebuah lapisan ganoin terletak di antara lapisan kosmin dan enamel. Sisik-sisik ini berbentuk belah ketupat, mengkilap dan keras.
3)        Sisik plakoid
Sisik-sisik plakoid dimiliki oleh ikan hiu dan ikan-ikan bertulang rawan lainnya. Sisik-sisik ini memiliki struktur serupa gigi.
4)        Sisik leptoid
Sisik-sisik leptoid didapati pada ikan-ikan bertulang keras, dan memiliki dua bentuk. Yakni sisik sikloid (cycloid) dan ktenoid (ctenoid).
Sisik-sisik sikloid memiliki tepi luar yang halus, dan paling umum ditemukan pada ikan-ikan yang lebih primitif yang memiliki sirip-sirip yang lembut. Misalnya adalah ikan-ikan salem dan karper.

Sisik merupakan derivat dari lapisan dermis. Lapisan epidermis adalah lapisan terluar dari ikan. Sementara lapisan paling dalam adalah dermis. Epidermis selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuh ikan. Lendir berfungsi untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ikan dapat berenang lebih cepat, sebagai penutup luka, dan pencegah infeksi.
 Sedangkan pada sirip ikan ada memiliki bermacam-macam sirip yaitu sebagai berikut:
·               Sirip perut (ventral)
·               Sirip punggung (dorsal)
·               Sirip dada (pektoral)
·               Sirip belakang (anal)
·               Sirip ekor (caudal)

           
B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.        Untuk mengamati dan memahami ciri-ciri atau sifat-sifat bagian luar tubuh ikan yang ditampilkan dalam bentuk nilai kualitatif.
2.        Untuk mengamati dan memahami ciri-ciri atau sifat-sifat bagian luar tubuh ikan yang selanjutnya digunakan untuk mencandera, mendiagnosis atau mendeskripsi ciri morfologi dari ikan yang bersangkutan.
3.        Untuk mengetahui klasifikasi dan penyebutan nama ikan.
4.        Untuk melakukan pengindetifikasi ikan dengan menggunakan petunjuk identifikasi ikan.




II. TINJAUAN PUSTAKA
 



Ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin (Anonim, 2008).
Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan, dan nomos berarti hukum. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam ikhtiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi, fisiologi dan Genetika. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu :
1)        Pengukuran morfometrik
2)        Cirri meristik
3)        Ciri­-ciri anatomi
4)        Pola pewarnaan
5)        Kariotipe  dan
6)        elektroforesis (Anonim, 2007).

Ciri morfometrik adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh atau bagian tubuh, masalnya panjang standard an ukuran baku serta panjang totalpada tubuh ikan.  Pada ukuran-ukuran ikan merupakan salah satu hal yang dapat digunakan sebagai ciri taksonomik ketika mengidentifikasi pada ikan.  Yang dimaksud dengan ukuran adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lainnya, secara umum dinyatakan dalam ukuran millimeter (mm) atau juga ada yang menggunakan  ukuran centimeter (cm).  Setiap spesies ikan mempunyai ukran yang berbeda, perbedaan ini disebabkan karena umur, jenis kelamin dan juga lingkungan hidupnya dari perairan yang didiaminya (Djasmani, 2013).
              Tentang apa yang dimaksud dengan ikan hampala ichtyologi telah banyak mendefinikannya.  Secara umum bahwa yang dimaksud dengan hampala adalah ikan liar yang hidup di sungai-sungai atau danau di daerah tertentu seperti Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatra. Hampal lebih dikenal di kalangan hobiis pemancing dialam bebas dan didaerah tertentu dimana ikan ini hidup dan berkembang secara alami (Anonim, 2009).
Pengukuran morfometrik merupakan beberapa pengukuran standar yang digunakan pada ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang sirip punggung atau tinggi batang ekor. Pada pengukuran ikan yang sedang mengalami pertumbuhan digunakan rasio dari panjang standar. Pengukuran morfometrik merupakan pengukuran yang penting dalam mendekripsikan jenis ikan. Ciri meristik merupakan ciri-ciri dalam taksonomi yang dapat dipercaya, karena sangat mudah digunakan. Ciri meristik ini meliputi apa saja pada ikan yang dapat dihitung antara lain jari-jari dan duri pada sirip, jumlah sisik, panjang linea literalis dan ciri ini menjandi tanda dari spesies. (Anonim, 2003).
Perkembangan budi daya air tawar sebagai salah satu kegiatan agribisnis mulai disadari dan digarap dengan baik pada era 1990-an. Salah satu sentra kegiatan agribisnis ikan konsumsi air tawar terletak didaerah jawa barat. Dimulainya kegiatan ini terkait dengan mulai berfungsinya beberapa waduk buatan didaerah jawa barat, antara lain Waduk suguling (Estu et al, 2008).

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (Anonim,2008).
  Ikan hampala (Hampala macrolepidota) bentuk tubuhnya hampir sama dengan ikan mas, tetepi jika kita perhatikan baik-baik ikan barau ini bentuknya lebih ramping dan lebih lansing, moncong lebih tirus dan, ikan ini adalah ikan pemangsa ikan kecil, juga suka memakan hewan-hewan lain, seperti udang, ketam, dan serangga. Warna tubuh putih keperakan punggung bewarna gelap, pinggir badan dan perutnya bewarna lebih cerah, sirip-sirip bewarna kuning.pinggiran depan dari sirip punggung dan pinggiran luar dari sirip ekor bewarna hitam. Dari ujung depan pangkal sirip punggung berjalan garis hitam yang tebal melintang menujuh pangkal sirip ekor.
              klasifikasi ikan hampala (Hampala macrolepidota) :
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae                      
Genus : Hampala
Spesies : Hampala macrolepidota
                      Ikan hampala termasuk ikan karnivora. Dialam aslinya, ikan ini memakan ikan-ikan lain yang lebih kecil seperti pepetek, udang dan sejenisya. Hampal terbukti dapat memijah sendiri di alam, hanya saja belum diketahui secara pasti kapan ikan ini memijah, ada yg mengatakan seperti halnya ikan-ikan lain, pada awal musim penghujan. Campur tangan manusia terhadap ikan ini masih rendah, masyarakat di sekitar Cianjur, didaerah jawa barat jarang orang  membudidayakan ikan ini karena sifatnya yang karnivora, sehingga sulit  digabungkan dengan ikan-ikan lain dalam kolam, kecuali dalam ukuran yang sama besarnya (Anonim, 2010).
              Hampala paling menyukai lokasi di lubuk sungai, waduk atau danau yang beraliran deras dan dangkal. Biasanya lokasi demikian banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil yang siap disantap olehnya. Jika dalam waduk ikan ini lebih memilih dekat di daerah yang berpasir, bebatuan sebagai bendungan dan kerikil hal ini berkaitan juga karakter ikan dalam  mencari makan, Ikan ini tidak memiliki gigi, tetapi memiliki mulut yang lebar (Anonim, 2010).                       

                      Klasifikasi dari ikan hampala yaitu ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae, genus  Hampala dan spesies Hampala macrolepidota. Ciri-ciri ikan hampala yaitu bentuk tubuh bilateral simetris, mempunyai satu pasang sungut dan ada yang tidak mempunyai sepasang sungut. Warna tubuh keperak-perakan, punggungnya berwarna gelap, mempunyai bercak hitam diantara sirip punggung (Kotelat et al, 2005).
                      Permulaan sirip punggung berhadapan dengan sisik garis rusuk. Sirip punggung berbentuk seperti jari-jari, sirip dubur bercagak, sirip ekor berpinggiran bercagak. Sisik pada ikan berwarna putih keperakan, dibgian punggung lebih gelap, sedangkan dibagian perut berwarna lebih putih. Dasar sisik kelabu sampai gelap (Heru, 2012).
Beberapa ikan ada yang memiliki satu atau dua sirip punggung. Pada ikan bersisirp punggung tunggal, umumnya jari-jari bagian depan (1-40) tidak bersekat dan mengeras, sedangkan jari-jari dibelakangnya lunak atau bersekat dan umumnya bercabang. Pada ikan yang memiliki dua sirip punggung, bagian depannya terdiri dari duri dan yang kedua terdiri dari duri di bagian depan diikuti oleh jari-jari lunak atau bersekat umumnya bercabang (Anonim, 2011).

                     
                     









 


III.   METODE PRAKTIKUM

 



A.    Waktu dan Tempat

Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 5 April 2013, pukul 16.00-18.00 Wita yang dilaksanakan di Laboratorium Ichtyology Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

B.     Alat dan Bahan

Tabel 1.Alat yang digunakan dalam praktikum
No.
Alat
Kegunaan
1.
Pisau/cutter
Untuk membedah tubuh ikan
2.
Gabus
Temapt meletakkan ikan
3.
Alat tulis
Untuk menulis
4.
Jarum pentol
Untuk menjepit ikan
5.
Tissue
Membersihkan tubuh ikan
6.
Penggaris
Untuh mengukur panjang ikan, dll

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam penelitian
No.
Bahan
Kegunaan
1.
Ikan hampala (Hampala macrolepidota)

Sebagai ikan uji


C.    Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang dilaksanakan dalam praktikum morfologi kualitatif pada ikan adalah sebagai berikut  :
1.        Menyiapkan peralatan dan bahan untuk pengamatan, mengambil serta menempatkan ikan pada sterepom. Letak ikan yaitu kepala ke arah kiri praktikan dan bagian perut menghadap praktikan.
2.        Mengamati dan menggambar tubuh ikan secara utuh yang tampak dari luar.
3.       
Memberi keterangan bagian-bagian tubuh ikan yang tampak dari luar.
Sedangkan prosedur kerja yang dilaksanakan dalam praktikum ciri morfologi kuantitatif pada ikan adalah sebagai berikut :
1.        Menyiapkan peralatan dan bahan untuk pengamatan, mengambil serta menempatkan ikan pada alas. Letak ikan yaitu kepala ke arah kiri praktikan dan bagian perut menghadap praktikan.
2.        Mengamati dan menggambar bagian tubuh ikan yang tampak dari luar.
3.        Menghitung jarak antar bagian tubuh satu dengan yang lain.
4.        Memberi keterangan bagian-bagian tubuh ikan yang tampak dari luar.
Pada pengamatan identifikasi/determinasi ikan dan penggunaan kunci identifikasi ikan, prosedur kerja yang dilaksanakan yaitu :
1.        Menyiapkan ikan untuk identifikasi, dengan posisi miring dan bagian kepala di sebelah kiri dari praktikan.
2.        Menyiapkan catatan tentang morfologi ikan pada pengamatan terdahulu.
3.        Membaca buku petunjuk Kunci Identifikasi karya Hasanuddin Saanin pada Familia Kelas Pisces, urutan nomor 1 sebelah kiri. Mencocokan informasi pada catatan untuk jenis ikan yang bersangkutan, serta memeriksa contoh ikan yang bersangkutan bila tidak ada informasi pada catatan.
4.        Memilih informasi pada petunjuk Kunci Identifikasi yang sesuai dengan informasi pada ikan yang bersangkutan, agar informasi dan kunci identifikasi yang sebenarnya bersesuaian.
5.        Memeriksa kembali nomor yang bersesuaian pada sebelah kanan, untuk mencari informasi pada nomor yang tertera sampai seterusnya hingga mendapatkan tingkat klasifikasi yang sesuai.
6.        Tidak lupa mencatat nomor yang tertera pada buku yang bersangkutan dengan pencatatan sebelumnya.
Adapun prosedur kerja dalam pengamatan klasifikasi dan penyebutan nama ikan yaitu sebagai berikut :
1.        Menyiapkan peralatan dan bahan termasuk preparat untuk pengamatan.
2.       
Membaca informasi dan kunci identifikasi lalu memilih/menetapkan nomor pilihan beserta pencatatan nama-nama sesuai dengan tingkatan klasifikasi dan selanjutnya menetapkan pilihan sesuai dengan urutan klasifikasi ikan bersangkutan.
3.       

Membuat urutan klasifikasi dari kelas sampai jenis dari contoh ikan bersangkutan.
4.        Menunjukkan kelas urutan klasifikasi, lalu memperbaharui catatan tersebut dan kemudian praktikan menyerahkan kepada para asisten.




























 


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil
1.        Pengamatan sifat atau ciri Morfologi (anatomi luar) kualitatif dan kuantitatif tubuh ikan.
            Adapun hasil  daftar gambar yang didapat pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :












Gambar 1. Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)

Keterangan :
1.      Mulut
2.      Mata
3.      Hidung
4.      Tutup insang
5.      Sirip punggung (Dorsal)
6.      Sirip dada (Pectoral)
7.      Sirip perut (Ventral)
8.      Sirip ekor (Caudal)
9.      Sirip dubur (Anal)
10.  Linea lateralis
11. 
Anus







Gambar 2. Ikan Hampala (Hampala macrolepidota) Utuh dengan Ukurannya.

Keterangan :
1.      Panjang badan total    : 13,5 cm
2.      Tinggi badan               : 4 cm
3.      Lebar badan                : 1 cm
4.      Panjang kepala            : 1,8 cm
5.      Panjang ekor               : 2,8 cm
6.      Panjang linea lateralis  : 4,98 cm


Gambar 3. Kepala Ikan Hampala (Hampala macrolepidota).

Keterangan :
1.      Mata
2.      Hidung
3.      Tutup insang
4.     

Mulut










Gambar 4. Kepala dan Ukuran Kepala Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)

Keterangan :
1.      Mata
2.      Hidung
3.      Tutup insang
4.      Mulut
5.      Panjang kepala : 1,5 cm







Gambar 5. Sirip Punggung Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)

Keterangan :
1.     
Jari-jari sirip lemah
2.     
Jari-jari sirip keras








Gambar 6. Sirip Dada  Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)  

Keterangan :
1.      Jari-jari sirip lemah
2.      Jari-jari sirip keras









Gambar 7. Sirip Perut  Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)

Keterangan :
1.      Jari-jari sirip lemah
2.     
Jari-jari sirip keras






Gambar 8. Sirip Dubur Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)
  
Keterangan :
1.      Jari-jari sirip lemah
2.      Jari-jari sirip keras









Gambar 9. Sirip Ekor Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)
  
Keterangan :                                                     
1.     
Jari-jari sirip lemah












Gambar 10. Insang Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)  

Keterangan :
1.      Tapis insang
2.      Lengkung insang











Gambar 11. Sisik Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)

Keterangan :
1.       
Sisik
Tabel 3. Ciri Morfologi Kuantitatif  Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)
1.
Panjang badan total
13,5 cm
2.
Tinggi badan
4 cm
3.
Lebar badan
1 cm
4.
Panjang kepala
1,8 cm
5.
Panjang ekor
2,8 cm
6.
Jarak antara kepala dengan sirip punggung
5 cm
7.
Jarak antara sirip punggung dengan sirip ekor
2,3 cm
8.
Jarak antara sirip dada / depan dengan sirip dubur / belakang
5,5 cm
9.
Jarak antara sirip dubur / belakang dengan sirip ekor
1 cm
10.
Panjang linea lateralis
11 cm
11.
Jumlah sisik pada linea lateralis
3,5 buah
12.
Jumlah tutup insang
1 Keping
13.
Jumlah lapis insang
2 helai
14.
Jumlah sirip punggung pertama keras
19 helai
15.
Jumlah sirip punggung pertama lemah
16 helai
16.
Jumlah sirip punggung kedua keras
-
17.
Jumlah sirip punggung kedua lemah
-
18.
Jumlah sirip badan keras
3 helai
19.
Jumlah sirip badan  lemah
8 helai
20.
Jumlah sirip dada / depan keras
9 helai
21.
Jumlah sirip dada / depan lemah
8 helai
22.
Jumlah sirip dubur / belakang keras
7 helai
23.
Jumlah sirip dubur / belakang lemah
6 helai
24.
Jumlah sirip ekor
19 helai
25.
Jumlah gigi atas
-
26.
Jumlah gigi bawah
-

Tabel 4. Ciri Morfologi Kualitatif Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)
No.
Bagian tubuh
Keterangan
1.
Bentuk / bangun tubuh
Pipih tegak (compressed)
2.
Warna ikan
Belakang hitam perut putih
3.
Rangka ikan terdiri atas :
Tulang rawan (mudah dilenturkan)
4.
Bangun kepala
Simetris
5.
Letak mata
Pada kiri kanan kepala
6.
Bernapas dengan
Insang
7.
Celah insang
Pada kiri kanan kepala
8.
Alat labirin
Tidak ada
9.
Sirip perut
Ada
10.
Sirip punggung
Ada
11.
Alat penempel, pelekat, dan pengisap
Tidak ada
12.
Kulit badan
Bersisik
13.

Linea lateralis (garis rusuk)
Ada
14.
Letak linea lateralis
Di atas sirip dada (pektoral)
15.
Bentuk linea lateralis
Garis lurus
16.
Sirip punggung (dorsal)
Berjari-jari keras dan lemah
17.
Sirip dada / badan (pektoral)
Berjari-jari keras dan lemah
18.
Sirip perut (ventral)
Berjari-lari keras dan lemah
19.
Sirip belakang  /dubur (anal)
Berjari-jari keras dan lemah
20.
Bentuk ekor
Cagak
21.
Rusuk / jari-jari sirip ekor
Berjari-jari
22.
Sisik
Sikloid
23.
Sungut
Tidak ada
24.
Habitat ikan

Air tawar
25.
Tulangka rangka badan
Tulang rawan lemah
26.
Bentuk mulut
Terminal


2.        Pengamatan Identifikasi atau Determinasi Ikan dan Penggunaan Kunci Identifikasi

Penamaan dan pengklasifiksian Ikan Hampala (Hampala macrolepidota)  kali ini diperoleh dari buku identifikasi karya Hasanudin Saanin yaitu :
1       Rangka terdiri dari tulang benar, tertutup insang
                                   Sub kelas  :  TELEOSTEI                                                     3
3       Kepala simetris                                                                                                4
4       Badan tidak seperti ular                                                                                   6 
6       Badan bersisik atau tidak, kadang-kadang seluruh atau sebagian
          tertutup oleh kelopak tebal                                                                             7
7       Garis rusuk jika ada diatas sisip dada                                                              9  
9       Tidak demikian                                                                                              10
10     Sirip perut tidak ada, atau berubah menjadi patil beasar                               12
14        Bersisik atau tidak, bersungut disekeliling mulut, atau tidak bersungut,
         satu jari-jari yang mengeras atau 4 jari-jari mengeras pada sirip
         punggung.
                                                Ordo : OSTARIOPHYSI                                                   66
66     Bersisik, tidak bersisik hanya sebagai kecuali, mulut agak dapat

         disembulka, tidak bergigi, sungut ada atau tidak, tidak bersiriptambahan
         yang berupa kulit.                     
                                    Sub ordo : CYPRINOIDEA                                               67
67     Dasar sirip dada dan sirp perut tidak mendatar atau tegak, hanya satu
         duri, jari-jarinya yang sebelah keluar tidak bercabang.                                  68
68     Duri tunggal atau berbelah mungkin ada dimuka atau dibawah mata, pinggir rongga mata bebas atau tertutup oleh kulit, mulut agak kebawah, tidak pernah lebih dari 4 helai sungut.      
                                                              Famili : CYPRINIDAE                                                    740        
740      Perut tidak pipih bersiku, tetapi membundar atau datar.                          741
741   Sambungan tulang rahang bawah tidak berbonggol. Sirip punggu
         biasanya berjari-jari keras bertulang dan terletak dimuka atau
         bertepatan dengan sirip perut, jikadi belakang, maka sirip punggung
         berjari-jari keras yang bertulang, garis rusuk dengan satu kecuali,
          melalui pertengahan ekor.
                                   Subfamili : CYPRININAE                                               777
777   Garis rusuk terbentang pada pertengahan ekor.                                          778
778   Permulaan sirip punggung dimuka, diatas atau sedikit dibelakang
         permulaan sirip perut.                                                                                  779
779   Berlipatan hidung yang mendatar dan pada dasarnya membungkus
   tulang rahang atas dan menutupi dasar bibir atas, mulut dimuka atau
    sedikit kebawah.                                                                                         780
780   Jari keras sirip dubur tidak bergigi sebelah kebelakang.                              782
782   Mata tidak berkelopak seperti agar-agar yang lebar dan seperti cincin      784
784   Tidak berjari-jari keras yang rebah pada sirip punggung, sirip dubur
         dengan 5 jari-jari lemah bercabang, sebagai kecuali 7.                                785
785   Sirip punggung dengan 8-18 jari-jari lemah bercabang                               786
786   Sisik garis rusuk kurang dari 56.                                                                  788
788   Sirip punggung dengan 7-9 jari-jari lemah bercabang.                                 789

789   Bibir berpinggir licin, sebagai kecuali bibir atas bertekuk –tekuk              790
790   Mulut diujung ,miring, lebar dan melewati pinggiran muka dari mata,
         2 sungut rahang atas.
                                     Genus : HAMPALA                                                        828
828   Sisik garis rusuk 28-29.                                                                               829
829   Antara sirip punggung dan sirip perut berbelakang hitam melintang.
                                                                        Hampala macrolepidato (C.V).
         Nama Indonesia : Ampalong, Hampal, Hambal, Hampalong, Wader,
         Suco, Politah, Palung, Sabayu, Kabarau, Pada garis rusuk 2 bercak
         hitam.
                                                                          Hampala ampalong (Blkr)           829

              Bila dibuat nomor yang diperoleh sebagai berikut :

                                                                       


          1 à 3 à 4 à 6 à 7 à 9 à 10 à11 à 14 à 66 à 67 à 68 à 740 à 741 à 777 à 778 à 779 à 780 à 782 à 784 à 785 à 786 à 788 à 789 à 790 à 828 à 829à Hampala Ampalong (Blkr)




















 


B.       Pembahasan
1.      Pengamatan ciri atau sifat morfologi ikan secara kuantitatif
        Pengenalan bagian-bagian tubuh ikan atau struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. Sebelum kita mengenal bentuk-bentuk tubuh ikan yang bisa menunjukkan dimana habitat ikan tersebut, ada baiknya kita mengenal bagian-bagian tubuh ikan secara keseluruhan beserta ukuran-ukuran yang digunakan dalam identifikasi.
        Secara garis besar ikan yang terdapat di alam tebagi atas dua group yaitu Agnatha (Ikan yang tidak memiliki rahang) dan Gnathostomata (Ikan yang memiliki rahang). Kedua group ikan tersebuat dikelompokkan ke dalam tiga kelas yaitu Kelas Cephalaspidomophi, Condrichthyes, dan Osteichthyes. Susanto (1994), menyatakan bahwa ikan apabila ditinjau dari morfologinya dapat dibagi menjadi tujuh bagian yaitu bentuk tubuh, bentuk mulut, linnea lateralis, sirip, sungut, sisik, dan ciri-ciri lainnya. Sedangkan bagian tubuh lainnya, ikan dapat dibagi tiga bagian yaitu kepala (caput), badan (truncus), dan ekor (caudal).
              Semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. Panjang total diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga ujung ekor. Panjang standar atau panjang baku diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik-sisik tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor. Panjang kepala diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxilla) hingga bagian terbelakang operculum atau membran operculum. Panjang batang ekor diukur mulai dari jari terakhir sirip dubur hingga pertengan pangkal batang ekor. Panjang moncong diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir hingga pertengan garis vertikal yang menghubungkan bagian anterior mata.
              Tinggi sirip punggung diukur mulai dari pangkal hingga ujung pada jari-jari pertama sirip punggung. Diameter mata diukur mulai dari bagian anterior hingga posterior bola mata, diukur mengikuti garis horisontal. Tinggi batang ekor diukur mulai dari bagian dorsal hingga ventral pangkal ekor. Tinggi badan diukur secara vertikal mulai dari pangkal jari-jari pertama sirip punggung hingga pangkal jari-jari pertama sirip perut. Panjang sirip dada diukur mulai dari pangkal hingga ujung jari-jari sirip dada. Panjang sirip perut diukur mulai dari pangkal hingga ujung sirip perut.
                                                                                                         
2.      Pengamatan sifat atau ciri morfologi ikan secara kualitatif
              Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Bentuk luar dari organisme ini merupakan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari organisme. Adapun yang dimaksud dengan bentuk luar organisme ini adalah bentuk tubuh, termasuk di dalamnya warna tubuh yang kelihatan dari luar. Pada dasarnya bentuk luar dari ikan dan berbagai jenis hewan air lainnya mulai dari lahir hingga ikan tersebut tua dapat berubah-ubah, terutama pada ikan dan hewan air lainnya yang mengalami metamorfosis dan mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan (habitat). Namun demikian pada sebagian besar ikan bentuk tubuhnya relatif tetap, sehingga kalaupun terjadi perubahan, perubahan bentuk tubuhnya relatif sangat sedikit.                

              Bentuk tubuh pada mahluk hidup, termasuk pada hewan air juga erat kaitannya dengan anatomi, sehingga ada baiknya sebelum melihat anatominya; terlebih dahulu kita melihat bentuk tubuh atau penampilan (morfologi) hewan air tersebut. Morfologi adalah bentuk tubuh (termasuk warna) yang kelihatan dari luar. Bentuk tubuh pada mahluk hidup, termasuk pada hewan air erat kaitannya dengan anatomi, sehingga ada baiknya sebelum melihat anatominya; terlebih dahulu kita melihat bentuk tubuh atau penampilan (morfologi) hewan air tersebut. Pada dasarnya morfologi dari setiap jenis hewan air yang masih dekat kekerabatanya mempunyai kemiripan-kemiripan, seperti anatomi dan morfologi contohnya udang, kepiting dan lobster hampir mirip. Sama halnya dengan ikan hampala juga masih memiliki kekerabatan atau kemiripan-kemiripan seperti anatomi dan morfologinya yaitu  dengan ikan puyau. Hal yang sama, akan kita dapati pada berbagai jenis ikan serta pada berbagai jenis hewan lainya.
              Ikan hampala yang besar memiliki warna bagaikan intan uang hitam yang mengkilat-kilat yang menyambung dari ekor ke atas bagian tubuh tubuh perut bawah. Namun warna seperti intan yang mengkilat-kilat tidak ditemukan pada hampala kecil dibawah 1kg. Jika kita amati secara cermat mulai dari ekor ke badan terdapat semacam garis hitam. Warna ikan secara umumnya kuning keperak-perakan.
              Ikan hampala ini biasanya menyukai lokasi di lubuk sungai, waduk atau danau yang beraliran deras dan dangkal. Biasanya lokasi demikian banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil yang siap disantap olehnya. Jika dalam waduk ikan ini lebih memilih dekat di daerah yang berpasir, bebatuan sebagai bendungan dan kerikil hal ini berkaitan juga karakter ikan dalam mencari makan.  
              Ikan hampala merupakan predator air tawar yang menyukai makanan seperti udang dan serangga. Ikan hampala yang kecil akan berenang di permukaan air sungai atau waduk secara bergerombol. Ikan-ikan kecil ini akan berenang dari sungai ke hulu, danau atau waduk.     

3.      Pengamatan identifikasi atau determinasi ikan          
              Identifikasi  ikan dilakukan untuk mengenali ciri atau sifat penting ikan yang selanjutnya dipakai untuk menentukan nama ikan, serta menempatkannya dalam suatu system klasifikasi ikan.
              Adapun ciri atau sifat penting ikan meliputi hal-hal sebagai berikut :
b.        Bentuk atau bangun tubuh ikan : bulat memanjang
c.         Sirip : macam-macam sirip, bentuk sirip, jari jari penyusun sirip, dan hitungan sirip.
d.        Sisik  : ada atau tidak adanya sisik, jenis sisik,  dan hitungan sisik, serta sisik pembentuk garis rusuk (linea latelaris)
e.         Gigi pada bagian mulut ikan gabus
f.         Insang : jumlah lapisan insang dan jumlah helaian insang
g.       

Morfometrika ikan : berbagai ukuran kuantitatif ikan seperti panjang total, panjang standar atau panjang baku, panjang bagian kepala, panjang bagian badan, panjang ekor, lebar badan,  dan jarak antara 2 sirip dorsal, dan sebagainya.
              Namun disini, ikan juga mempunyai tiga bagian utama pada tubuhnya yaitu : kepala, badan,  dan ekor. Tiga bagian tubuh tersebut dan organ-organ pada bagian tubuh tersebut disertai ukuran-ukuran penting sebagai bahan untuk mengenali tubuh ikan.

4.   Penggunaan kunci identifikasi

               Pada penamaan ikan biasanya diberi nama untuk memudahkan pengenalan dan komunikasi antar penggguna ikan tersebut. Karena ada kebebasan kepada setiap orang untuk member nama ikan, maka mungkin terdapat dua  macam nama yaitu nama ilmiah (scientific name) dan nama  umum (vernacular atau common name).
              Khususnya untuk nama ilmiah, pemberian nama ikan diatur dalam Peraturan Tata Nama Hewan (Zoological Numenclature), yang antara lain adalah menggunakan kata-kata bahasa latin atau yang diperlukan sebagai bahasa Latin. Untuk vernacular atau common name (nama umum) termasuk juga sebagai nama local (local name), nama perdagangan (trade name), maupun nama-nama untuk komunikasi nasional dan internasional tidak perlu menggunakan kata-kata bahasa latin.

              Sebagai contoh dalam praktikum menggunakan nama lokal : ikan hampala, ikan hampal, dan nama ilmiah Hampal macrolepidota dengan sinonimnya Hampala ampalong.  Sinonim adalah penggunaan 2 nama atau lebih yang ditetapkan untuk satu  jenis ikan (jenis ikan yang sama). Sinonim ini muncul akibat adanya kebebasan orang untuk memberi nama ikan. Dalam hal sinonim ini, nama yang layak diikuti adalah nama yang paling sesuai dengan aturan tata nama, dan menurut tata nama itu sendiri, bahwa nama yang layak dikuti adalah nama yang paling tua, atau paling terdahulu dipublikasikan sesuai dengan aturan tata nama yang berlaku.

              Nama ilmiah diberikan pada semua hirarki takson pada system klasifikasi. Untuk nama ilmiah takson tingkat jenis (spesies)  terdiri dari 2 kata; kata pertama adalah nama Marga ( Genus)  dan kata kedua adalah Penunjuk jenis. Biasanya hal ini disebabkan pemberian nama dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Kemungkinan lain bahwa satu nama diterapkan untuk 2 jenis ikan atau lebih, disebut dengan homonym (homo name). nama yang layak diikuti adalah nama yang sesuai dengan aturan tata nama, dalam hal ini untuk ikan mengikuti aturan tata nama hewan (Zoological Numenclature).
              Pada umumnya nam ilmiah dtulis dengan huruf catak miring. Pada ujung nama sering juga dicantumkan huruf atau kata-kata misalnya, Hampala macrolepidota dan Hampala ampalong (Blkr). BL adalah singkatan dari nama orang yaitu Bloch, sedangkan Blkr adalah singkatan dari nama orang juga yaitu  Bleeker. Mengenai singkatan nama tersebut terdapat dalam buku karya Hasanuddin Saanin 1968.



V. PENUTUP

 


A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.        Morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan. Ada baiknya kita mengenal bagian-bagian tubuh ikan secara keseluruhan beserta ukuran-ukuran yang digunakan dalam identifikasi.
2.        Secara kuantitatif ikan hampala yang diamati mempunyai warna tubuh hitam bagian atas dan pada bagian sirip berwarna kekuningan.
3.      Identifikasi  ikan dilakukan untuk mengenali ciri atau sifat penting ikan yang selanjutnya dipakai untuk menentukan nama ikan, serta menempatkannya dalam suatu system klasifikasi ikan. Dengan melakukan pengamatan pada tubuh ikan praktikan dapat mendeskripsikan ciri ikan yang diamati dengan membaca buku karya hasanudin saanin 1968.
4.        Klasifikasi ikan hampala (Hampala macrolepidota) yaitu :
Ordo      : Cypriniformes
Famili    : Cyprinidae
Genus    : Hampala
Spesies   : Hampala macrolepidota


B. Saran
Sebelum praktikan memulai praktikum praktikan terlebih dahulu menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan serta membaca dan memahami apa dari isi buku panduan praktikum agar dalam pelaksanaan praktikum bisa berjalan dengan lancer. Sebaiknya praktikan harus benar-benar memperhatikan penjelasan yang dijelaskan oleh asisten. Sehingga dapat mengerti tentang jalannya praktikum ikhtiologi ini.
DAFTAR GAMBAR
Nomor                                                                                                          Halaman
1.      Ikan Hampala (Hampala macrolepida) ............................................         12
2.      Ikan Hampala (Hampala macrolepida) dengan ukurannya   ...........         13
3.      Kepala Ikan Hampala (Hampala macrolepidata)   ...........................         13
4.      Kepala dan Ukuran Kepala Ikan Hampala (Hampala macrolepla)           14
5.      Sirip Punggung Ikan Hampala (Hampala macrolepidata)   .............         14
6.      Sirip Dada Ikan Hampala (Hampala macrolepidata)  ......................         15
7.      Sirip Perut Ikan Hampala (Hampala macrolepidata)  ......................         15
8.      Sirip Dubur Ikan Hampala (Hampala macrolepidata)  ....................         16
9.      Sirip Ekor Ikan Hampala (Hampala macrolepidata) ........................         16
10.  Insang Ikan hampala (Hampala macrolepidata)   ............................         17
11.  Sisik Ikan Hampala (Hampala macrolepidata) ................................         17








iii
 
 

1 komentar: